BMKG Catat 10 Wilayah Paling Lama Tanpa Hujan, Yogyakarta Capai 161 Hari

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami periode tanpa hujan yang berkepanjangan di tengah dominasi musim kemarau. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui hingga 10 Oktober 2026, beberapa daerah tercatat tidak mengalami hujan selama lebih dari empat bulan.

Daerah dengan periode Hari Tanpa Hujan (HTH) terpanjang berada di Pulau Jawa. Daerah Istimewa Yogyakarta menempati posisi pertama dengan catatan 161 hari tanpa hujan, disusul Jawa Tengah selama 160 hari dan Jawa Timur selama 159 hari.

BMKG menjelaskan bahwa sebagian besar zona musim di Indonesia masih didominasi kondisi kemarau. Sejumlah provinsi bahkan mengalami periode tanpa hujan lebih dari satu bulan.

“Hingga pemutakhiran 10 Oktober 2026, Zona Musim di Indonesia dominan mengalami musim kemarau. Namun demikian, banyak provinsi yang tidak hujan selama lebih dari 1 bulan,” demikian keterangan BMKG yang dikutip pada Jumat (16/10/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena periode kering yang panjang dapat meningkatkan risiko kekurangan air, kekeringan lahan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Daftar 10 Wilayah dengan Hari Tanpa Hujan Terpanjang

Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan BMKG, berikut 10 wilayah dengan periode tanpa hujan terlama:

1. Daerah Istimewa Yogyakarta: 161 hari

2. Jawa Tengah: 160 hari

Baca Juga :  Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Stabil hingga Akhir Tahun Meski Minyak Dunia Naik

3. Jawa Timur: 159 hari

4. Nusa Tenggara Timur: 148 hari

5. Nusa Tenggara Barat: 145 hari

6. Bali: 143 hari

7. Jawa Barat: 140 hari

8. Banten: 137 hari

9. Sulawesi Selatan: 132 hari

10. Maluku: 124 hari

Angka tersebut menunjukkan lamanya periode tanpa hujan berdasarkan pemantauan yang dirujuk dalam laporan. Kondisi aktual dapat berbeda antarkabupaten, kecamatan, maupun lokasi pengamatan di setiap provinsi.

Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Diguyur Hujan

Meski sebagian wilayah mengalami kekeringan, hujan masih terjadi di sejumlah daerah Indonesia. Pada periode 1–4 Oktober 2026, hujan lebat dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, antara lain Papua, Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

BMKG menjelaskan bahwa perbedaan kondisi cuaca tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer, baik dalam skala regional maupun lokal.

Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar Sumatera, perlambatan kecepatan angin di wilayah Papua, serta suhu permukaan laut yang relatif hangat.

Kondisi tersebut dapat mendukung proses pengangkatan massa udara dan pembentukan awan hujan sehingga hujan signifikan tetap berpeluang terjadi di tengah dominasi musim kemarau.

BMKG Petakan Potensi Hujan pada 16–18 Oktober 2026

Dalam prakiraan untuk periode 16–18 Oktober 2026, BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Ungu Siapkan Konser 30 Tahun, Lesti Kejora dan Rossa Jadi Kolaborator

Daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang meliputi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, wilayah yang masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat dalam laporan tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Papua Barat Daya, dan Papua.

Perbedaan kondisi ini memperlihatkan bahwa musim kemarau tidak selalu berarti seluruh wilayah Indonesia bebas dari hujan. Dinamika atmosfer dapat memicu hujan di sejumlah daerah meskipun wilayah lainnya masih mengalami kekeringan.

Masyarakat Diimbau Hemat Air dan Waspada Karhutla

Menghadapi periode kering yang berkepanjangan, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan. Aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika vegetasi dan lahan berada dalam kondisi kering.

Jika menemukan indikasi titik api, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.

Informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer dapat dipantau melalui situs resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi @infobmkg. (Hst)

Berita Terkait

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:47 WIB

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik

Berita Terbaru