BMKG Petakan Wilayah Berisiko Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Sejumlah daerah di Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan menjelang akhir Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori peringatan kekeringan dengan tingkat Awas dan Siaga selama periode Dasarian III, yakni 21–31 Oktober 2026.

BMKG mencatat sekitar 75 persen wilayah Indonesia masih berada dalam periode musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah daerah perlu mengantisipasi keterbatasan air serta potensi dampak yang ditimbulkan oleh cuaca kering.

Pemetaan risiko kekeringan ini mencakup sejumlah provinsi di berbagai kawasan Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Dalam imbauan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya pada Senin (26/10/2026), BMKG mengingatkan masyarakat agar menerapkan langkah-langkah pencegahan selama musim kemarau berlangsung.

Warga diimbau menggunakan air secara hemat dan sesuai kebutuhan. Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar lahan maupun sampah karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran.

BMKG juga menyarankan masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan ketika matahari terik, apabila memungkinkan, guna mengurangi paparan panas pada siang hari.

Baca Juga :  Kontroversial terhadap Rakyat, Empat Anggota DPR RI dicopot!

Daftar Wilayah dengan Peringatan Kekeringan Kategori Awas

Berdasarkan informasi BMKG dalam laporan yang dikutip, sejumlah wilayah di 18 provinsi tercantum dalam kategori Awas. Daerah-daerah tersebut meliputi:

1. Banten

2. Sumatera Selatan

3. Jawa Barat

4. Daerah Istimewa Yogyakarta

5. Jawa Timur

6. Bali

7. Nusa Tenggara Barat

8. Nusa Tenggara Timur

9. Kalimantan Tengah

10. Kalimantan Timur

11. Kalimantan Selatan

12. Gorontalo

13. Sulawesi Tengah

14. Sulawesi Selatan

15. Sulawesi Tenggara

16. Maluku

17. Maluku Utara

18. Papua Selatan

Masyarakat di wilayah tersebut perlu memperhatikan kondisi ketersediaan air dan mengikuti informasi terbaru dari instansi terkait. Upaya penghematan air serta pencegahan kebakaran menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak musim kemarau.

Daftar Wilayah dengan Peringatan Kekeringan Kategori Siaga

Selain kategori Awas, BMKG juga mencantumkan sejumlah wilayah dalam kategori Siaga. Daftar provinsi yang disebutkan meliputi:

Baca Juga :  Tiga hari pencarian akhirnya Bangkai Helikopter Tipe BK117 D3 ditemukan

1. Kepulauan Bangka Belitung

2. Bali

3. Banten

4. Jawa Timur

5. Kalimantan Tengah

6. Maluku

7. Kalimantan Selatan

8. Sulawesi Utara

9. Sulawesi Tengah

10. Sulawesi Tenggara

11. Papua Selatan

Masyarakat yang tinggal di daerah dengan status peringatan tersebut disarankan mengambil langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam mengelola kebutuhan air sehari-hari.

Masyarakat Diminta Mengantisipasi Dampak Musim Kemarau

Berlangsungnya musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sumber daya air secara bijak. Penggunaan air yang tidak berlebihan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas lainnya.

Di sisi lain, kondisi lahan yang kering juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi kebakaran apabila terjadi pembakaran terbuka.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan kekeringan dari BMKG. Langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dan dampak musim kemarau hingga akhir Oktober 2026. (Dla)

Berita Terkait

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional
Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun
PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran
90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan
Harga Minyak Dunia Meningkat, Pemerintah Pastikan Pertalite Tak Naik
Kakanwil Ditjenpas Jambi Berikan Kuliah Umum dan Penguatan Karakter kepada 800 Taruna Poltekimipas
Bareskrim Bongkar Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi, Klaim Gizi Tak Sesuai Hasil Lab
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:20 WIB

BMKG Petakan Wilayah Berisiko Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026, Ini Daftar Daerahnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Garap 500 Ribu Hektare Rawa Mineral untuk Perluasan Sawah Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Megaproyek IKN Berlanjut, Kompleks Legislatif dan Yudikatif Masih Dibangun

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:47 WIB

PDIP Buka Peluang Diskusi dengan PKS soal Polemik Ijazah Gibran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:59 WIB

90 Persen Sampel Beras Fortifikasi Disebut Tak Sesuai Klaim, Pemerintah Siapkan Penindakan

Berita Terbaru