Maia Estianty Soroti Royalti Musik Era Digital, Sebut Zaman Kaset dan CD Lebih Menguntungkan

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Pribhumi.com – Musisi sekaligus produser musik Maia Estianty menyoroti perubahan sistem pendapatan di industri musik seiring berkembangnya teknologi digital. Menurutnya, era penjualan kaset dan CD pernah memberikan keuntungan yang lebih nyata bagi musisi dibandingkan sistem royalti dari distribusi musik digital saat ini.

Pandangan tersebut disampaikan Maia ketika menghadiri Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (18/10/2026).

Maia menilai, perubahan pola konsumsi musik telah memengaruhi cara musisi memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan. Jika dahulu penjualan album fisik menjadi salah satu sumber pendapatan utama, kini distribusi musik lebih banyak berlangsung melalui platform digital.

Ia mengungkapkan bahwa banyak karya musik yang masih dimilikinya, tetapi tidak lagi memberikan pengalaman finansial seperti ketika industri musik fisik berada di masa kejayaannya.

Menurut Maia, kondisi tersebut membuat aktivitas bermusik dari sisi bisnis terasa berbeda dibandingkan era sebelumnya.

Era Kaset dan CD Pernah Menjadi Masa Keemasan Musisi

Maia mengenang masa ketika penjualan kaset, CD, hingga layanan nada sambung atau ringback tone menjadi sumber pemasukan yang menjanjikan bagi pelaku industri musik.

Pada periode tersebut, setiap album yang dipasarkan memiliki nilai ekonomi yang dapat dirasakan melalui penjualan produk fisik. Popularitas sebuah lagu juga bisa mendatangkan pemasukan melalui berbagai saluran distribusi yang berkembang pada masanya.

Maia menilai, sistem tersebut memberikan peluang bagi musisi untuk memperoleh pendapatan yang lebih terasa dari hasil karya mereka.

Baca Juga :  Apakah ISPA Berbahaya? Ini Gejala Serius dan Kelompok yang Paling Rentan

Ia membandingkannya dengan kondisi saat ini, ketika musik dapat diakses secara digital dengan lebih mudah, tetapi pendapatan yang diterima dari distribusi tersebut dinilai tidak selalu sebanding dengan popularitas maupun jumlah pendengarnya.

Perubahan itu menjadi salah satu alasan Maia menilai bahwa industri musik masa kini memiliki tantangan tersendiri, khususnya dalam hal keberlanjutan penghasilan pencipta dan pelaku musik.

Karya Musik Disebut Lebih Banyak Tersimpan sebagai Aset Digital

Dalam keterangannya, Maia menyebut karya-karyanya masih tersedia dan menjadi bagian dari katalog musik yang dimilikinya. Namun, ia mengibaratkan sebagian karya tersebut hanya menjadi semacam bank data karena manfaat finansialnya tidak lagi terasa seperti dahulu.

Pernyataan itu menggambarkan pandangannya terhadap perubahan nilai ekonomi musik di tengah pergeseran dari penjualan album fisik menuju layanan digital.

Meski begitu, perkembangan teknologi juga membuka kesempatan bagi musisi untuk menjangkau pendengar yang lebih luas, mendistribusikan karya secara global, dan memperkenalkan lagu kepada generasi baru.

Tantangan yang dihadapi industri musik saat ini adalah bagaimana memastikan sistem distribusi dan pembayaran royalti dapat memberikan penghargaan yang layak kepada pencipta lagu, penyanyi, produser, serta pemegang hak terkait.

Dengan semakin beragamnya saluran distribusi, transparansi perhitungan royalti dan perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi isu penting bagi keberlangsungan industri musik.

Maia Tetap Menikmati Kemunculan di Festival Musik

Di tengah pandangannya mengenai perubahan pendapatan musik, Maia mengaku tetap menikmati suasana festival yang mempertemukan musisi dengan para penggemarnya.

Baca Juga :  Polres Kerinci Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Tiga Orang Diamankan

Menurutnya, penampilan di acara musik yang dipenuhi penonton memberikan pengalaman berbeda. Suasana santai, kebersamaan, dan kesempatan bernyanyi bersama menjadi daya tarik tersendiri.

Maia menyukai atmosfer festival yang memungkinkan musisi dan penonton menikmati musik tanpa suasana yang terlalu formal.

Baginya, kegembiraan yang tercipta ketika ribuan orang menikmati lagu secara bersama-sama merupakan salah satu hal yang membuat panggung festival tetap menarik.

Kehadiran penonton juga memberikan ruang bagi musisi untuk membangun kembali kedekatan dengan penggemar, sekaligus menghadirkan pengalaman langsung yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh layanan musik digital.

Duo Maia Meriahkan Synchronize Fest 2026

Dalam penyelenggaraan Synchronize Fest 2026, Duo Maia yang terdiri atas Maia Estianty dan Mey Chan turut tampil sebagai salah satu pengisi acara.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari festival yang menghadirkan beragam musisi dan warna musik kepada penonton.

Keterlibatan Duo Maia juga memperlihatkan bahwa panggung pertunjukan langsung tetap memiliki daya tarik bagi para pelaku industri musik, meskipun pola distribusi dan konsumsi lagu terus mengalami perubahan.

Pernyataan Maia mengenai royalti pun kembali menyoroti perbedaan antara pengalaman industri musik pada era penjualan fisik dan kondisi bisnis musik digital saat ini.

Di tengah perubahan tersebut, tantangan bagi industri musik adalah menemukan model bisnis yang mampu menjaga keseimbangan antara kemudahan akses pendengar, perkembangan teknologi, dan kesejahteraan para pencipta karya. (Hst)

Berita Terkait

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or
Membanggakan! Jizzy Pearl Bastian Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional ISIF 2026
Lesti Kejora Klarifikasi soal Tim Dituding Ketus, Izara Aishah Akhirnya Minta Maaf
Ungu Siapkan Konser 30 Tahun, Lesti Kejora dan Rossa Jadi Kolaborator
Sinopsis Men in Black: International, Aksi Agen M dan H Ungkap Ancaman Alien di Organisasi MIB
Jumanji: The Next Level Tayang di Bioskop Trans TV, Kisah Petualangan Ekstrem Selamatkan Dunia Gim
Ivan Gunawan Siap Umrah Bersama Ruben Onsu, Pilih Fokus Ibadah Tanpa Saling Menunggu
Kesepakatan Nafkah Pascacerai Ruben Onsu dan Sarwendah Disorot

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:47 WIB

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Membanggakan! Jizzy Pearl Bastian Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional ISIF 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:22 WIB

Maia Estianty Soroti Royalti Musik Era Digital, Sebut Zaman Kaset dan CD Lebih Menguntungkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Lesti Kejora Klarifikasi soal Tim Dituding Ketus, Izara Aishah Akhirnya Minta Maaf

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Ungu Siapkan Konser 30 Tahun, Lesti Kejora dan Rossa Jadi Kolaborator

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB