JAKARTA, Pribhumi.com – Grup musik Ungu bersiap menggelar konser untuk menandai tiga dekade perjalanan mereka di industri musik Indonesia. Tak hanya menghadirkan lagu-lagu dari berbagai era, konser tersebut juga akan diramaikan sejumlah penyanyi sebagai kolaborator.
Lima nama telah disiapkan untuk tampil bersama Ungu, yakni Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola.
Kehadiran para musisi tersebut bukan sekadar untuk menambah kemeriahan panggung. Menurut bassist Ungu, Makki, pemilihan kolaborator juga menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang grup sekaligus upaya memperlihatkan keberlanjutan generasi di industri musik.
Lesti dan Rossa Kembali Berkolaborasi dengan Ungu
Makki mengatakan Rossa dan Lesti memiliki hubungan musikal yang cukup panjang dengan Ungu. Keduanya juga pernah terlibat dalam sejumlah penampilan dan karya bersama grup tersebut.
Menurutnya, kehadiran mereka menjadi bentuk apresiasi kepada para musisi yang selama ini turut memberikan warna dalam perjalanan Ungu.
Selain Rossa dan Lesti, Andien juga masuk dalam daftar kolaborator yang akan memperkuat panggung konser tiga dekade Ungu.
Kiesha Alvaro dan Zara Leola Bawa Semangat Regenerasi
Konser kali ini juga memberikan ruang kepada generasi musisi yang lebih muda. Ungu memilih Kiesha Alvaro dan Zara Leola sebagai bagian dari kolaborasi.
Makki menyebut keterlibatan keduanya berkaitan dengan semangat regenerasi musik. Ungu ingin menunjukkan bahwa perjalanan sebuah grup musik tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga mengenai bagaimana memberikan ruang bagi generasi berikutnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi simbol estafet kreativitas dari musisi lintas generasi.
Ungu Harus Pangkas Puluhan Lagu
Selain menentukan kolaborator, persoalan lain yang cukup menyita perhatian personel Ungu adalah penyusunan daftar lagu.
Dengan perjalanan selama 30 tahun dan koleksi 15 album, pilihan lagu yang bisa dibawakan sebenarnya sangat banyak. Pasha mengungkapkan bahwa apabila setiap album diwakili tiga lagu favorit penggemar, jumlahnya dapat mencapai sekitar 45 lagu.
Namun, konsep konser membuat mereka harus menyederhanakan daftar tersebut menjadi sekitar 30 lagu.
Proses pemilihan ternyata tidak mudah. Pasha menyebut para personel harus melakukan rapat lebih dari 12 kali untuk menentukan lagu yang akhirnya masuk ke dalam setlist.
Setlist Jadi Perdebatan Internal
Pasha mengakui proses menentukan lagu juga dipengaruhi selera masing-masing personel. Setiap anggota tentu memiliki lagu favorit yang ingin mereka tampilkan di atas panggung.
Meski demikian, keputusan akhir harus mempertimbangkan keseluruhan konsep konser agar perjalanan musik Ungu selama tiga dekade dapat tergambarkan dengan baik.
Konser tersebut nantinya diharapkan membawa penonton bernostalgia melalui lagu-lagu dari berbagai periode perjalanan Ungu, sekaligus menghadirkan kolaborasi lintas generasi. (Hst)






