Kasus Kematian Dedi Putra di Jambi Belum Terungkap, Keluarga Desak Polisi Buka Fakta

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, Pribhumi.com — Kasus kematian seorang pemuda asal Jambi, Dedi Putra (39), hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Meski telah berjalan selama 10 bulan sejak peristiwa terjadi, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan kejelasan terkait penyebab kematian korban.

Kakak korban, Dewi Yulianti, terus berupaya memperjuangkan keadilan atas kematian adiknya yang ditemukan meninggal dunia pada 19 Mei 2025 di kediamannya di Desa Kasang Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban menunjukkan adanya luka lebam yang memicu dugaan tindak kekerasan.

Sejak awal, keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut. Mulai dari pernyataan awal pihak kepolisian yang menyebut kematian korban akibat kecelakaan, hingga belum diperiksanya saksi kunci serta tidak dibukanya rekaman CCTV kepada pihak keluarga.

Sebagai bentuk protes, Dewi sempat melakukan aksi berjalan kaki menuju Mapolda Jambi sambil membawa tulisan yang menegaskan bahwa kematian adiknya bukan akibat kecelakaan, melainkan dugaan pembunuhan.

Baca Juga :  Kasus Viral pengeroyokan dan pengerusakan rumahnya Konten Kreator Anisa Desak Polres Kerinci Tetapkan Tersangka

Perjuangan keluarga sempat membuahkan hasil setelah permohonan ekshumasi dikabulkan. Pembongkaran makam yang dilakukan pada 7 Agustus 2025 mengungkap indikasi kuat adanya penganiayaan berat terhadap korban.

Menurut Dewi, kondisi jenazah saat ekshumasi menunjukkan luka parah di bagian wajah dan kepala. Namun, hingga kini pihak keluarga belum menerima penjelasan resmi lanjutan dari kepolisian terkait temuan tersebut.

Ia juga menilai adanya perubahan sikap dari penyidik setelah hasil ekshumasi keluar. Respons yang diberikan dinilai tidak lagi terbuka seperti di awal pelaporan.

Selain itu, keluarga mengungkap sejumlah kejanggalan lain, termasuk tidak dibukanya rekaman CCTV di lokasi kejadian, hilangnya data dalam ponsel korban, serta ketidakjelasan terkait sepeda motor yang diduga digunakan sebelum kejadian.

Rekaman CCTV disebut-sebut memperlihatkan korban bersama seseorang menggunakan sepeda motor jenis Honda PCX. Namun, informasi tersebut kemudian berubah menjadi Honda Vario tanpa penjelasan rinci.

Baca Juga :  Warga Muaro Jambi Gagal Umrah Diduga Tertipu Travel

Keluarga juga menyebut pemilik sepeda motor tersebut telah dipanggil sebagai saksi sebanyak tiga kali, namun tidak pernah hadir. Bahkan, kendaraan yang dimaksud dikabarkan telah dijual.

Di sisi lain, hilangnya data komunikasi dalam ponsel korban turut menambah kecurigaan. Pihak keluarga mengaku telah menyerahkan barang bukti, namun tidak ada tindak lanjut yang jelas hingga saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menyatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan penyidik untuk mengetahui perkembangan dan kendala dalam penanganan kasus.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Jimmy Christian Samma menyebut kasus tersebut masih dalam proses pendalaman.

Hingga kini, keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengungkap fakta secara transparan agar keadilan bagi korban dapat terwujud.

 

Berita Terkait

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti
Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat
Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai
TNKS Telusuri Video Viral Dugaan PETI Skala Besar di Sungai Penetai, Penegakan Hukum Disiapkan
Polres Kerinci Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, Tiga Orang Diamankan
Polemik Yayasan Nurul Quran Kerinci Memanas, Aderman dan Yayasan Beda Versi soal Rapat Perubahan Akta”

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Sidang Korupsi Kuota Haji, Khalid Basalamah Benarkan Uang US$354.500 Jadi Barang Bukti

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Bintara Polri 2026, Polda Jambi Tetapkan Dua Personel Dipecat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Polda Jambi Bongkar Dugaan PETI di Bungo, 3 Tersangka dan 2 Excavator Diamankan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Kapolres Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Turunkan Tim, Verifikasi Dugaan PETI di Sungai Penetai

Berita Terbaru