PBNU Dorong Rukyatul Hilal 29 Sya’ban 1447 H, Meski Posisi Bulan Masih Negatif

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengimbau seluruh perukyah Nahdlatul Ulama di berbagai daerah untuk melaksanakan rukyatul hilal dalam rangka penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa Kliwon, 29 Sya’ban 1447 H atau bertepatan dengan 17 Februari 2026.

Seruan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor 127/PB.08/A.I.02.13/13/02/2026 yang diteken Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur pada 15 Februari 2026. Dalam surat itu ditegaskan bahwa rukyatul hilal tetap perlu dilaksanakan sebagai bagian dari tradisi dan mekanisme penetapan awal bulan qamariah di lingkungan NU.

Tetap Laksanakan Rukyah Meski Hilal di Bawah Ufuk

LF PBNU menjelaskan bahwa meskipun secara hisab posisi hilal masih berada di bawah ufuk, pelaksanaan rukyat tetap didorong dengan beberapa pertimbangan:

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1447 H.

Merujuk pada keputusan Muktamar ke-20 NU tahun 1954 di Surabaya.

Mengikuti hasil keputusan Muktamar ke-34 NU tahun 2021 di Bandar Lampung.

Baca Juga :  Apartemen Superpadat di China, Satu Gedung Dihuni Hingga 20 Ribu Orang

LF PBNU juga meminta seluruh hasil rukyatul hilal dilaporkan secara lengkap melalui formulir resmi yang telah disediakan agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan.

Data Astronomis: Hilal Masih Negatif

Berdasarkan perhitungan falak khas NU, pada 29 Sya’ban 1447 H (17 Februari 2026), tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk.

Ketinggian hilal tertinggi tercatat di Sabang, Aceh, yakni sekitar -1 derajat 41 menit. Sementara posisi terendah berada di Jayapura, Papua, mencapai -3 derajat 12 menit.

Di Jakarta, tepatnya di markaz Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, tinggi hilal tercatat -1 derajat 44 menit 39 detik. Ijtimak (konjungsi) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.02.02 WIB berdasarkan metode perhitungan falak tahqiqi tadqiki ashri yang digunakan kalangan NU.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data prakiraan hilal. Konjungsi disebut terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB (12.01.07 UT). Dengan demikian, konjungsi berlangsung setelah matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Kurban Sapi Bisa untuk Berapa Orang? Ini Penjelasan Lengkapnya

BMKG mencatat pada 17 Februari 2026 tinggi hilal berkisar antara -2,41 derajat di Jayapura hingga -0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat. Umur bulan saat matahari terbenam pun masih negatif, antara -3,07 jam hingga -0,16 jam, sehingga secara kriteria imkanur rukyah belum terpenuhi.

Namun pada 18 Februari 2026, posisi hilal diproyeksikan sudah positif, dengan ketinggian antara 7,62 derajat di Merauke hingga 10,03 derajat di Sabang.

Potensi Istikmal 30 Hari

Dengan kondisi hilal yang masih berada di bawah ufuk pada 29 Sya’ban, peluang besar bulan Sya’ban 1447 H akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Jika skenario tersebut terjadi, maka 1 Ramadhan 1447 H berpotensi jatuh pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026.

Meski demikian, keputusan resmi awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah serta ikhbar resmi dari PBNU yang akan diumumkan pada malam 17 Februari 2026. Hasil keputusan tersebut nantinya menjadi pedoman umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadhan tahun ini.

 

Berita Terkait

Jangan Diabaikan, Ini 6 Amalan yang Dianjurkan untuk Bekal Menghadapi Alam Kubur
Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah
Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud
Sholat Sunnah Setelah Akad Nikah: Niat, Tata Cara dan Doa yang Dianjurkan
SEMESTA BERBICARA, TAPI SIAPA YANG MENDENGAR?
5 Keutamaan Bersiwak dalam Islam, Sunnah Rasulullah yang Menjaga Kebersihan dan Mendatangkan Ridha Allah
10 Ide Olahan Daging Kurban Selain Sate dan Gulai, Enak hingga Praktis untuk Idul Adha
Bolehkah Makan Sebelum Salat Idul Adha? Ini Sunnah Rasulullah SAW yang Jarang Diketahui

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Jangan Diabaikan, Ini 6 Amalan yang Dianjurkan untuk Bekal Menghadapi Alam Kubur

Selasa, 20 Oktober 2026 - 03:58 WIB

Wakapolda Jambi Bersama Tokoh Agama Hadiri Haul Akbar dan Harlah Al-Hidayah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Jadwal Lengkap Puasa Sunah Oktober–November 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Daud

Jumat, 9 Oktober 2026 - 03:01 WIB

Sholat Sunnah Setelah Akad Nikah: Niat, Tata Cara dan Doa yang Dianjurkan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:37 WIB

SEMESTA BERBICARA, TAPI SIAPA YANG MENDENGAR?

Berita Terbaru