Menggali Tambo Alam Mukai Tinggi, LAM-SAK Ajak Masyarakat Rawat Kearifan Lokal Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci, Pribhumi.com – Upaya menjaga keberlangsungan nilai adat dan kearifan lokal terus mendapat perhatian dari Lembaga Adat Melayu Sakti Alam Kerinci (LAM-SAK). Sekretaris Jenderal LAM-SAK, Safwandi., Dpt., menghadiri undangan pengajian adat Desa Mukai Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, pada Minggu (21/06/2026).

Kehadiran Sekjend LAM-SAK tersebut menjadi bagian dari langkah kelembagaan dalam memperkuat kembali pemahaman masyarakat terhadap adat istiadat Kerinci, khususnya menggali nilai-nilai Adat Lamo Pasko Usang yang diwariskan oleh para leluhur.

Dalam arahannya, Safwandi menyampaikan bahwa kegiatan pengajian adat memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pengetahuan adat di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat mempelajari adat tidak boleh berhenti hanya karena adanya keterbatasan dukungan, termasuk dari sisi anggaran pemerintah desa.

Baca Juga :  Kerinci dan Jejak Melayu Tua di Pedalaman Sumatra

“Jangan sampai karena belum adanya dukungan anggaran dari pemerintah desa, semangat pengajian adat menjadi hilang. Jika kegiatan seperti ini berhenti, lalu bagaimana generasi berikutnya mengenal dan memahami pedoman adat yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” ujar Safwandi.

Ia menegaskan, masih banyak nilai luhur, petuah adat, serta kearifan lokal yang perlu terus digali dan dipelajari agar tidak terputus oleh perkembangan zaman. Karena itu, komunikasi dan pendekatan yang baik dengan seluruh unsur masyarakat desa perlu terus dibangun.

Sementara itu, Ketua Pengajian “Menggali Tambo Alam Mukai Tinggi”, Logi Vlora, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang diberikan oleh jajaran LAM-SAK.

Baca Juga :  Hulu Balang Sakti Alam Kerinci Tegaskan Peran Penjaga Adat dan Alam, Siap Jadi Sayap Kanan LAM Kerinci

Menurutnya, kehadiran pengurus LAM-SAK menjadi kehormatan sekaligus memberikan motivasi bagi pengurus pengajian untuk terus melanjutkan kegiatan adat yang telah berjalan sejak tahun 2015.

“Kami sangat berterima kasih karena LAM-SAK berkenan datang memberikan arahan dan masukan untuk kemajuan pengajian adat kami ke depan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengajian adat tersebut rutin dilaksanakan setiap malam Senin sebagai wadah mempelajari sejarah, tambo, serta nilai-nilai adat Mukai Tinggi. Kegiatan tersebut juga disebut sebagai salah satu pengajian adat yang masih aktif bertahan di Kecamatan Siulak Mukai.

Berita Terkait

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi
Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi
Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik
Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung
“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”
Silaf dan Asik dalam Adat Kerinci: Jangan Menilai Tradisi Hanya dari Apa yang Tampak
PERJALANAN LELUHUR KALBU IJUNG SKU LAMAT Menghubungkan Jalur Kekerabatan Semurup – Semerap
Melayu Bukan Sekadar Etnis, Melainkan Ruang Kebudayaan yang Mempertemukan Beragam Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Budayawan Kerinci M. Ali Surahman Tutup Usia, Dunia Sejarah dan Adat Kehilangan Sosok Berdedikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Sekjend Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Soroti Dugaan PETI Sungai Penetai, Kapolres Pastikan Personel Turun ke Lokasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Merawat Marwah yang Tergadai: Mengembalikan Ruh Adat Kerinci di Tengah Pusaran Seremoni dan Kepentingan Politik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Bahas Sejarah Tombak Belang Berjanggut Jenggi, Pemangku Adat Sungai Penuh Sambangi Sanggaran Agung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:55 WIB

“Jangan Salah Tafsir! Di Balik Simbol Rumah Gedang Ada Petuah, Hikmah dan Amanah Sko”

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Bukan Cuma Rumah Kotor, Ini 4 Faktor yang Mengundang Hama Masuk ke Hunian

Jumat, 30 Okt 2026 - 01:49 WIB