Jakarta,Pribhumi.com– Kebiasaan mengonsumsi beragam bahan makanan dari tumbuhan kini menjadi perhatian pengguna media sosial. Salah satunya adalah tantangan makan 30 jenis tanaman selama tujuh hari atau dikenal dengan sebutan 30 Plants a Week Challenge yang tengah populer di TikTok.
Tantangan ini mengajak masyarakat untuk memperbanyak variasi makanan berbahan nabati setiap minggu. Tujuannya bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme yang hidup di dalam saluran pencernaan.
Tren tersebut berangkat dari temuan penelitian American Gut Project. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih dari 30 jenis tanaman setiap pekan cenderung mempunyai mikrobioma usus yang lebih beragam dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi 10 jenis tanaman atau kurang.
Menariknya, bahan makanan yang masuk dalam hitungan tantangan ini tidak terbatas pada sayuran dan buah-buahan. Kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, tempe, gandum utuh, hingga berbagai rempah juga termasuk di dalamnya.
Pengalaman Mencoba Tantangan 30 Jenis Tanaman
Seorang jurnalis Real Simple, Lisa Milbrand, mencoba menerapkan pola makan tersebut selama dua minggu. Meski sebelumnya pernah menjalani pola makan vegetarian, ia tetap menemukan sejumlah kesulitan ketika harus memenuhi target harian dan mingguan.
Pada awal percobaan, Lisa mampu mengonsumsi delapan jenis bahan nabati dalam sehari. Beberapa di antaranya adalah apel, tahu, rumput laut, dan kacang tanah.
Namun, mempertahankan variasi makanan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Kebiasaan mengolah makanan dengan bahan serupa membuat jumlah jenis tanaman yang dikonsumsi sulit bertambah. Ia juga harus mengatur belanja agar tidak membeli terlalu banyak sayuran yang berisiko terbuang.
Untuk mengatasinya, Lisa mulai mengombinasikan berbagai bahan dalam satu hidangan. Salah satunya membuat salad dengan campuran sayuran, kacang-kacangan, serta saus yoghurt yang dilengkapi empat macam herba.
Upaya tersebut membantunya mencapai target 30 jenis tanaman pada pekan pertama.
Pada minggu berikutnya, ia semakin terbiasa bereksperimen dengan bahan makanan. Lisa mencoba berbagai menu, mulai dari tumisan, sup, roti pisang berbahan gandum utuh hingga granola. Dengan variasi resep tersebut, memenuhi target mingguan terasa lebih mudah.
Mengapa Variasi Makanan Nabati Penting?
Dikutip dari Real Simple pada 30 Oktober 2026, ahli gizi sekaligus profesor University of South Florida, Lauri Wright, menjelaskan bahwa makanan berbasis tumbuhan mempunyai kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.
Bahan pangan nabati menyediakan serat, vitamin, mineral, serta beragam senyawa fitokimia alami. Kandungan tersebut berperan dalam mendukung kesehatan tubuh, termasuk menjaga kondisi saluran pencernaan.
/
Wright juga menerangkan bahwa setiap jenis tanaman memiliki komposisi serat dan fitokimia yang berbeda. Keragaman asupan inilah yang dapat memberikan pengaruh terhadap mikrobioma usus.
Dengan mengonsumsi berbagai jenis bahan nabati, tubuh memperoleh lebih banyak variasi nutrisi yang tidak selalu ditemukan dalam satu jenis makanan saja.
Jangan Menambah Serat Secara Mendadak
Meski memiliki potensi manfaat, menerapkan tantangan ini tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh.
Wright mengingatkan bahwa peningkatan konsumsi serat sebaiknya dilakukan secara perlahan. Jika seseorang tiba-tiba mengonsumsi banyak kacang-kacangan, sayuran, dan gandum utuh, sistem pencernaan mungkin belum terbiasa.
Akibatnya, beberapa keluhan seperti perut kembung, rasa tidak nyaman, hingga sakit perut bisa muncul.
Selain itu, angka 30 jenis tanaman per minggu bukanlah batas wajib yang harus dipenuhi setiap orang. Target tersebut lebih tepat dijadikan panduan untuk mendorong kebiasaan makan yang lebih beragam.
Seseorang yang sebelumnya hanya mengonsumsi 10 jenis tanaman dalam seminggu, misalnya, sudah menunjukkan perkembangan positif jika mampu meningkatkannya menjadi 18 jenis.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak terlalu terpaku pada angka atau mengikuti tren semata. Langkah yang lebih penting adalah mulai mengenalkan bahan makanan bergizi yang berbeda ke dalam menu sehari-hari.
Dengan memperbanyak variasi sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan rempah secara bertahap, pola makan sehat dapat dibangun tanpa harus memaksakan diri memenuhi target tertentu. (Dta)






