SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com– Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya Hak Asasi Manusia (HAM) terus dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi. Salah satunya melalui dialog interaktif di Radio Andalas 99.0 FM Kabupaten Kerinci–Kota Sungai Penuh, Sabtu (31/10/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB tersebut menghadirkan Penggerak HAM, Dewi Yulianti, S.E., dengan dipandu penyiar Radio Andalas, Hesti Indriani.
Dialog ini menjadi bagian dari upaya menyebarluaskan informasi sekaligus mengajak masyarakat agar semakin memahami dan menerapkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Yulianti menyampaikan bahwa sosialisasi kesadaran HAM merupakan salah satu tugas dan fungsi Penggerak HAM. Melalui media radio, pesan mengenai pentingnya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Selain membahas pentingnya kesadaran HAM, dialog interaktif tersebut juga mengangkat materi mengenai hak-hak dasar yang perlu dipenuhi oleh masyarakat. Pembahasan turut diarahkan pada pelaksanaan program Desa Binaan Sadar HAM serta penerapan prinsip-prinsip HAM dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa.
Menurut Dewi, pemahaman terhadap HAM perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan desa. Setiap warga memiliki hak yang harus dihormati, sementara pemerintah berkewajiban mendorong terciptanya pelayanan dan pembangunan yang tidak diskriminatif serta memperhatikan kepentingan seluruh lapisan masyarakat.
Program Desa Binaan Sadar HAM juga menjadi salah satu perhatian dalam dialog tersebut. Program ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang lebih inklusif, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa HAM bukan hanya persoalan aturan atau ketentuan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, seperti memperoleh pelayanan yang layak, mendapatkan perlakuan yang setara, menyampaikan pendapat, serta hidup dalam lingkungan yang aman dan bermartabat.
Dialog interaktif yang berlangsung lancar tersebut mendapat peran penting sebagai sarana edukasi publik. Selain memperluas akses informasi, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Penggerak HAM, pemerintah, dan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Salah satu tujuan yang ingin didorong melalui sosialisasi ini adalah terwujudnya Desa Pondok Agung sebagai lingkungan yang semakin sadar HAM, inklusif, berkeadilan, serta memiliki kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak kelompok rentan.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan kembali dilaksanakan melalui dialog radio dengan mengangkat tema-tema berbeda seputar HAM. Dengan demikian, edukasi kepada masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan.
Melalui pemanfaatan media radio sebagai ruang komunikasi publik, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai HAM semakin tumbuh dan menjadi bagian dari budaya kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Hst)






