Gelombang Demonstrasi “No Kings” Guncang AS, Jutaan Warga Tuntut Donald Trump Mundur

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com — Gelombang aksi demonstrasi besar kembali melanda Amerika Serikat. Jutaan warga turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap Presiden Donald Trump, yang dinilai menerapkan gaya kepemimpinan otoriter serta kebijakan kontroversial, termasuk soal imigrasi dan konflik dengan Iran.

Berdasarkan laporan AFP, aksi berlangsung pada Sabtu (29/3/2026) waktu setempat dan tersebar di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian. Penyelenggara mengklaim jumlah peserta mencapai sedikitnya 8 juta orang, menjadikannya salah satu demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan akar rumput bertajuk “No Kings”, yang menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintahan Trump sejak awal masa jabatan keduanya pada Januari 2025. Ini juga menjadi demonstrasi ketiga dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Di New York, puluhan ribu massa memadati jalanan. Salah satu sosok yang turut hadir adalah aktor peraih Oscar Robert De Niro, yang selama ini dikenal sebagai pengkritik keras Trump dan menyebutnya sebagai ancaman bagi demokrasi dan keamanan nasional.

Baca Juga :  Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Awal Lahirnya Semangat Persatuan Indonesia

Aksi serupa juga berlangsung di berbagai kota besar seperti Atlanta hingga San Diego. Para demonstran menyuarakan kekhawatiran bahwa konstitusi negara berada dalam ancaman serius.

Seorang veteran militer, Marc McCaughey (36), mengatakan bahwa situasi saat ini tidak normal dan membahayakan. Ia menegaskan bahwa pemerintahan seharusnya berjalan berdasarkan persetujuan rakyat.

Sementara itu, di West Bloomfield, warga tetap turun ke jalan meski suhu berada di bawah titik beku. Di ibu kota Washington, D.C., ribuan orang memadati kawasan National Mall dengan membawa berbagai spanduk, termasuk tuntutan agar Trump segera mundur.

Baca Juga :  Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Usai WHO Tetapkan Ebola Darurat Kesehatan Global

Seorang pensiunan, Robert Pavosevich (67), menyebut situasi saat ini mengkhawatirkan karena menurutnya banyak kebohongan yang tidak mendapat respons serius.

Gelombang protes ini juga meluas ke luar negeri. Di sejumlah kota Eropa seperti Amsterdam, Madrid, dan Roma, puluhan ribu orang ikut menggelar aksi solidaritas dengan pengamanan ketat dari aparat.

Gerakan “No Kings” sendiri pertama kali digelar pada Juni tahun lalu, bertepatan dengan ulang tahun Trump ke-79 serta parade militer di Washington. Aksi tersebut diikuti jutaan orang di berbagai kota besar, dari New York hingga San Francisco.

Demonstrasi kedua pada Oktober lalu mencatat partisipasi sekitar 7 juta orang. Sementara aksi terbaru ini diklaim melibatkan tambahan satu juta peserta dan ratusan titik demonstrasi baru, menunjukkan eskalasi gerakan oposisi terhadap pemerintahan Trump.

Berita Terkait

Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun ke BPJS Kesehatan, Pembayaran Klaim RS Dikebut
The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye
Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027
AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi
Kabut Asap Selimuti Singapura, Distribusi Masker N95 Gratis Jadi Sorotan
Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp10 Triliun ke BPJS Kesehatan, Pembayaran Klaim RS Dikebut

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:47 WIB

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027

Berita Terbaru