Serangan Israel ke Beirut Selatan Memanas, Hizbullah Tolak Gencatan Senjata

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan terbaru ke wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Jumat (27/3/2026) pagi waktu setempat.

Laporan media Lebanon yang dikutip dari AFP menyebutkan, sejumlah ledakan keras terdengar di kawasan tersebut. Koresponden AFP di lapangan juga mengonfirmasi adanya beberapa dentuman yang berasal dari wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis pertahanan Hizbullah.

Rekaman visual dari AFPTV memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung tinggi dari lokasi yang menjadi sasaran serangan. Sebelumnya, Israel memang telah mengeluarkan peringatan evakuasi besar-besaran, namun tidak ada pemberitahuan khusus menjelang serangan terbaru ini.

Baca Juga :  Petatah-Petitih Kerinci: Bahasa Satir yang Menjaga Adat, Menyampaikan Nasihat, dan Merawat Kearifan Lokal

Situasi semakin memanas setelah Hizbullah secara tegas menolak perundingan gencatan senjata. Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membuka ruang negosiasi selama serangan Israel masih berlangsung di wilayah Lebanon.

Di sisi lain, Israel terus meningkatkan operasi militernya. Selain serangan udara, pasukan darat juga dilaporkan bergerak hingga ke wilayah Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel-Lebanon.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menciptakan “zona keamanan nyata” guna mencegah ancaman serangan ke wilayah Israel.

Baca Juga :  Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK, Dibawa ke Jakarta Bersama Sejumlah Pejabat Daerah

“Kami sedang memperluas zona penyangga untuk mencegah infiltrasi darat dan serangan rudal ke Israel,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video resminya.

Sementara itu, Hizbullah mengklaim telah melancarkan puluhan serangan balasan terhadap pasukan Israel. Kelompok tersebut juga menyebut telah menembakkan roket ke wilayah Israel tengah, meskipun laporan media Israel menyebut seluruh roket berhasil dicegat.

Dalam perkembangan terbaru, Hizbullah mengungkapkan bahwa lebih dari 80 serangan telah dilancarkan dalam satu hari, menjadikannya sebagai intensitas serangan tertinggi sejak konflik terbaru pecah pada awal Maret 2026.

 

Berita Terkait

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or
Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova
Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye
Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027
AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi
Kabut Asap Selimuti Singapura, Distribusi Masker N95 Gratis Jadi Sorotan
Banjir Bandang dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet, Korban Tewas Tembus 150 Orang
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Prancis, 40 Orang Tewas Tenggelam Saat Warga Cari Kesejukan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:47 WIB

The Sacred Riana Ukir Sejarah, Jadi Pesulap Indonesia Pertama Raih Penghargaan Les Mandrakes d’Or

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Sambal Khas Kerinci Mendunia ditangan PitriaNova

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Dangdut Ditargetkan Diakui UNESCO pada 2027, Kementerian Kebudayaan Mulai Kampanye

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Pre-order iPhone Duo Ludes dalam Hitungan Menit, Pengiriman Mundur hingga Januari 2027

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:45 WIB

AFC Pastikan Piala Asia 2027 Tetap Digelar di Arab Saudi

Berita Terbaru