JAKARTA, Pribhumi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional sekaligus memperkuat reformasi pasar modal di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan nasional selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pengawasan sektor jasa keuangan terus dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, termasuk Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Keempat lembaga tersebut tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang berperan dalam menjaga ketahanan sistem keuangan Indonesia.
Friderica, yang akrab disapa Kiki, mengatakan OJK akan terus memastikan sektor perbankan, pasar modal, serta industri jasa keuangan lainnya tetap stabil dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.
Pernyataan itu disampaikannya saat berada di Istana Negara, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, sektor keuangan tidak hanya dituntut menjaga stabilitas, tetapi juga perlu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketidakpastian Global Masih Menjadi Tantangan
Friderica mengakui kondisi geopolitik internasional dan ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan besar bagi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dinamika global tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar keuangan, termasuk keputusan investasi di pasar modal. Meski demikian, tantangan serupa juga dihadapi oleh negara-negara lain sehingga diperlukan langkah antisipatif dan koordinasi antarlembaga yang kuat.
OJK, kata dia, akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan industri jasa keuangan nasional tetap berjalan secara sehat di tengah perubahan kondisi ekonomi dunia.
Di sisi lain, Friderica menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang baik. Hal itu, menurutnya, tercermin dalam laporan perekonomian kuartal II serta perkembangan kinerja perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dalam mengambil keputusan secara lebih terukur.
OJK Ingatkan Investor Melihat Fundamental Perusahaan
Dalam menghadapi gejolak pasar saham, OJK mendorong masyarakat, khususnya investor, agar tidak hanya terpaku pada pergerakan harga dalam jangka pendek.
Friderica menekankan pentingnya mempertimbangkan fundamental perusahaan dan orientasi investasi jangka panjang sebelum mengambil keputusan.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar investor dapat menilai prospek perusahaan secara lebih rasional, berdasarkan kinerja dan kondisi usaha, bukan semata-mata mengikuti sentimen pasar yang berubah-ubah.
Dengan pemahaman investasi yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan sesuai dengan tujuan keuangan dan tingkat risiko masing-masing.
Reformasi Pasar Modal Jadi Prioritas OJK
Selain menjaga stabilitas sektor keuangan, OJK juga melanjutkan pembenahan pasar modal Indonesia, terutama setelah munculnya perhatian pasar terhadap pernyataan dan penilaian MSCI.
Friderica mengungkapkan bahwa OJK telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai langkah-langkah reformasi yang akan terus dijalankan untuk memperkuat integritas pasar modal.
Fokus pembenahan mencakup peningkatan transparansi, penguatan integritas, serta penegakan aturan atau enforcement terhadap pelanggaran di pasar modal.
Menurutnya, upaya tersebut diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan pasar modal nasional.
OJK juga melaporkan langkah penegakan aturan yang telah dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap aktivitas di industri pasar modal.
Dukungan pemerintah dinilai penting agar agenda pembenahan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menghasilkan pasar keuangan yang lebih sehat.
Pasar Modal Didorong Lebih Transparan dan Kompetitif
Reformasi pasar modal diharapkan mampu menciptakan ekosistem investasi yang semakin transparan, efisien, dan tangguh menghadapi tekanan eksternal.
Pasar modal yang memiliki tata kelola baik juga menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat daya tarik investasi jangka panjang di Indonesia.
Karena itu, OJK berkomitmen melanjutkan pengawasan dan pembenahan agar pasar modal dapat menjalankan fungsinya secara optimal dalam mendukung pembiayaan dunia usaha serta pembangunan nasional.
Di tengah ketidakpastian global, koordinasi antarlembaga, penguatan fundamental ekonomi, dan peningkatan kepercayaan investor menjadi aspek penting untuk menjaga ketahanan sektor keuangan Indonesia.
OJK berharap berbagai langkah tersebut dapat mendorong pasar modal nasional menjadi tempat investasi jangka panjang yang semakin kredibel bagi investor domestik maupun internasional. (Hst)






