Boyke Minta Pemerintah Kaji Ulang Pajak Pembalut, Ini Alasannya Terkait Kesehatan Perempuan

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 02:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pribhumi.com– Wacana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut perempuan menuai perhatian. Pakar kesehatan reproduksi, dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, turut menyampaikan pandangannya terkait kebijakan tersebut. Ia menilai pembalut merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan kesehatan perempuan sehingga pengenaan pajaknya perlu dikaji ulang.

Menurut dr Boyke, kenaikan harga pembalut berpotensi membuat sebagian perempuan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan menstruasi. Kondisi ini dikhawatirkan mendorong kebiasaan menggunakan pembalut lebih lama dari waktu yang dianjurkan demi menghemat biaya.

Padahal, darah menstruasi yang tertampung pada pembalut dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme apabila kebersihan tidak dijaga dengan baik. Oleh sebab itu, penggantian pembalut secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan organ intim.

Baca Juga :  5 Pilihan Warna Cat Rumah yang Berpotensi Kurang Menarik bagi Nyamuk, Apa Saja?

Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan pembalut setiap perempuan tidak selalu sama. Perempuan dengan volume menstruasi yang lebih banyak mungkin perlu mengganti pembalut lebih sering agar tetap nyaman dan terhindar dari masalah kebersihan.

Boyke berpandangan bahwa produk menstruasi sebaiknya mendapatkan perhatian khusus dalam kebijakan perpajakan. Menurutnya, pembalut bukan sekadar produk konsumsi biasa, melainkan kebutuhan rutin yang harus dipenuhi perempuan setiap bulan.

Ia memahami bahwa pemerintah membutuhkan penerimaan negara untuk membiayai berbagai program melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, ia berharap sumber penerimaan tersebut dapat dioptimalkan dari sektor atau jenis produk lain tanpa menambah beban pengeluaran perempuan untuk kebutuhan menstruasi.

Selain pembalut sekali pakai, Boyke menjelaskan terdapat pilihan produk lain untuk menampung darah menstruasi, seperti tampon dan menstrual cup. Meski demikian, penggunaan kedua produk tersebut dinilai belum terlalu umum di kalangan perempuan Indonesia.

Baca Juga :  Makan Malam dan Diabetes, Benarkah Ada Kaitannya?

Menurutnya, pembalut masih menjadi pilihan yang lebih dikenal dan banyak digunakan masyarakat. Faktor kebiasaan serta tingkat penerimaan terhadap produk alternatif turut memengaruhi pilihan perempuan dalam memenuhi kebutuhan menstruasi.

Boyke juga mempertanyakan apakah produk alternatif seperti tampon dan menstrual cup nantinya turut menjadi objek pajak apabila kebijakan perpajakan terhadap produk menstruasi diterapkan.

Ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek kesehatan, keterjangkauan harga, serta kebutuhan masyarakat sebelum menetapkan kebijakan terkait pajak pembalut. Dengan begitu, perempuan tetap dapat memenuhi kebutuhan menstruasi tanpa harus mengorbankan kebersihan dan kesehatan reproduksi. (Dta)

Berita Terkait

Waspada! Diabetes Bisa Merusak 7 Organ Tubuh, Ini Gejala dan Risikonya
Jangan Selalu Dimasak! 5 Sayuran Ini Punya Nutrisi yang Lebih Terjaga Saat Dimakan Mentah
Jangan Asal Beli Ikan Kaleng! BPOM Ungkap Ciri Kemasan yang Berbahaya bagi Konsumen
5 Jenis Makanan Olahan yang Bisa Mendukung Program Penurunan Berat Badan
BPJS PBI Desil 6-10 Jadi Sorotan Jelang November 2026, Ini Cara Cek dan Mengurus Status Nonaktifnya.
4 Makanan dan Minuman yang Bisa Membantu Meredakan Gejala Asam Lambung
Bingung Memilih Makanan Tinggi Protein? Ikan, Telur, Daging, dan Kacang Punya Keunggulan Berbeda
Ingin Tetap Sehat di Usia 40-an? Coba 5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Tidur

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 02:35 WIB

Boyke Minta Pemerintah Kaji Ulang Pajak Pembalut, Ini Alasannya Terkait Kesehatan Perempuan

Rabu, 4 November 2026 - 22:45 WIB

Waspada! Diabetes Bisa Merusak 7 Organ Tubuh, Ini Gejala dan Risikonya

Rabu, 4 November 2026 - 08:20 WIB

Jangan Selalu Dimasak! 5 Sayuran Ini Punya Nutrisi yang Lebih Terjaga Saat Dimakan Mentah

Rabu, 4 November 2026 - 00:22 WIB

Jangan Asal Beli Ikan Kaleng! BPOM Ungkap Ciri Kemasan yang Berbahaya bagi Konsumen

Senin, 2 November 2026 - 23:21 WIB

5 Jenis Makanan Olahan yang Bisa Mendukung Program Penurunan Berat Badan

Berita Terbaru

Tips dan informasi

Karet Pintu Kulkas Tidak Merekat? Ini 4 Cara Mengatasinya Agar Tetap Dingin

Kamis, 5 Nov 2026 - 00:25 WIB