Ade Rai Ungkap 7 Strategi Jalan Kaki untuk Mendukung Pembakaran Lemak

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com – Jalan kaki merupakan salah satu aktivitas fisik sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Selain mudah dilakukan, olahraga ini dapat menjadi bagian dari rutinitas harian tanpa harus selalu menjalani latihan dengan intensitas tinggi.

Binaragawan sekaligus praktisi kebugaran Ade Rai membagikan sejumlah strategi berjalan kaki yang dapat membantu tubuh menggunakan energi dan mendukung pengelolaan lemak tubuh. Tips tersebut mencakup pemilihan waktu, variasi kecepatan, penggunaan rute menanjak, hingga kebiasaan aktif bergerak sepanjang hari.

Menurut Ade Rai, efektivitas jalan kaki tidak hanya ditentukan oleh durasi, tetapi juga intensitas, konsistensi, dan kondisi masing-masing individu.

Dalam penjelasannya melalui kanal YouTube Dunia Ade Rai, ia turut membahas konsep zona detak jantung yang kerap dikaitkan dengan pembakaran lemak. Namun, penggunaan lemak sebagai sumber energi saat berolahraga tidak otomatis berarti lemak tubuh akan berkurang lebih cepat. Hasil jangka panjang juga dipengaruhi oleh pola makan, aktivitas harian, istirahat, dan konsistensi berolahraga.

Berikut tujuh strategi jalan kaki yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung gaya hidup aktif.

1. Berjalan Kaki Setelah Makan

Berjalan santai setelah makan dapat menjadi cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik harian. Ade Rai menyarankan agar seseorang memanfaatkan waktu setelah mengonsumsi makanan, terutama makanan yang mengandung karbohidrat, untuk menggerakkan tubuh.

Otot kaki termasuk kelompok otot besar yang membutuhkan energi ketika digunakan. Aktivitas ringan setelah makan juga dapat membantu tubuh mengelola kadar gula darah.

Tidak perlu langsung berjalan dengan kecepatan tinggi. Mulailah dengan langkah santai selama beberapa menit dan sesuaikan dengan kenyamanan tubuh. Jika merasa terlalu kenyang, tidak nyaman, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sesuaikan waktu dan intensitas aktivitas.

2. Jalan Kaki pada Pagi Hari Sebelum Sarapan

Strategi berikutnya adalah berjalan kaki pada pagi hari sebelum sarapan, yang sering disebut fasted cardio.

Setelah tidur selama beberapa jam, tubuh berada dalam kondisi tanpa asupan makanan sementara. Dalam keadaan ini, tubuh tetap menggunakan berbagai sumber energi untuk menjalankan fungsi dan menunjang aktivitas.

Meski demikian, berjalan kaki sebelum makan bukan syarat untuk mengurangi lemak tubuh. Aktivitas tersebut tidak selalu lebih efektif dibandingkan berjalan kaki setelah sarapan. Pilih waktu yang membuat tubuh terasa nyaman dan memungkinkan aktivitas dilakukan secara konsisten.

Baca Juga :  Apple Rilis HomePod mini 2, Bawa Chip S10 dan Fitur Siri AI

Bagi yang mudah merasa pusing, lemas, atau tidak nyaman ketika berolahraga sebelum makan, sebaiknya memilih waktu lain dan memenuhi kebutuhan makan serta minum terlebih dahulu.

3. Variasikan Kecepatan dengan Jalan Kaki Interval

Berjalan kaki tidak harus dilakukan pada kecepatan yang sama sepanjang sesi. Salah satu variasi yang dapat dicoba adalah metode interval, yakni bergantian antara jalan cepat dan jalan santai.

Ade Rai menyinggung metode Japanese walking, yang menggunakan pola tiga menit berjalan cepat kemudian tiga menit berjalan santai. Pola tersebut dapat diulang sesuai kemampuan.

Bagi pemula, durasi latihan sebaiknya dimulai secara bertahap. Kecepatan berjalan juga perlu disesuaikan agar napas meningkat, tetapi tubuh tetap terasa terkendali.

Metode interval dapat memberikan variasi pada rutinitas olahraga. Namun, tidak perlu memaksakan kecepatan atau durasi tertentu jika tubuh belum terbiasa.

4. Pilih Rute dengan Tanjakan

Mengubah rute berjalan kaki juga dapat memberikan variasi pada latihan. Berjalan di jalur menanjak membutuhkan usaha lebih besar dibandingkan berjalan di permukaan datar, sehingga tubuh dapat menggunakan lebih banyak energi.

Pilihan ini bisa dilakukan dengan mencari jalan yang memiliki tanjakan ringan atau menggunakan treadmill dengan tingkat kemiringan yang sesuai.

Meski begitu, pertimbangkan kondisi lutut, pergelangan kaki, keseimbangan, dan tingkat kebugaran sebelum memilih rute yang lebih menantang. Gunakan alas kaki yang nyaman dan pilih jalur yang aman.

Bagi yang baru memulai olahraga, berjalan di permukaan datar tetap merupakan pilihan yang baik.

5. Membawa Beban Tambahan Sesuai Kemampuan

Ade Rai juga membahas variasi berjalan kaki sambil membawa beban, misalnya menggunakan rompi berbobot atau membawa tas ketika berjalan.

Aktivitas tersebut memiliki kemiripan dengan latihan loaded carry, termasuk farmer’s walk yang melibatkan kegiatan berjalan sambil membawa beban.

Namun, tambahan beban membuat tubuh bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan tekanan pada persendian. Karena itu, metode ini bukan keharusan untuk mendapatkan manfaat dari jalan kaki.

Bagi pemula, berjalan tanpa beban tambahan sudah cukup untuk membangun kebiasaan aktif. Jika ingin mencoba latihan berbeban, pilih beban ringan, pastikan postur tetap baik, dan hentikan aktivitas jika muncul rasa sakit atau ketidaknyamanan.

6. Jalan Kaki Setelah Latihan Beban

Strategi berikutnya adalah mengombinasikan latihan kekuatan dengan aktivitas kardio ringan. Ade Rai menjelaskan bahwa latihan beban dapat menggunakan glukosa sebagai salah satu sumber energi, sehingga ia memilih melakukan latihan beban sebelum melanjutkan dengan jalan kaki.

Baca Juga :  Inter Milan di Ambang Scudetto, Penentuan Bisa Terjadi di Pekan ke-35 Serie A

Urutan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan dalam menyusun program latihan, terutama bagi orang yang ingin menggabungkan latihan kekuatan dan kardio dalam satu sesi.

Meski demikian, urutan latihan sebaiknya ditentukan berdasarkan tujuan, kondisi fisik, dan kenyamanan masing-masing. Jika tujuan utama adalah meningkatkan kemampuan kardio, latihan kardio dapat ditempatkan pada awal sesi.

Yang terpenting adalah memilih kombinasi latihan yang aman, seimbang, dan dapat dilakukan secara konsisten.

7. Tingkatkan Aktivitas Berjalan Sepanjang Hari

Selain olahraga yang terjadwal, kebiasaan bergerak dalam aktivitas sehari-hari juga berperan penting. Konsep ini dikenal sebagai non-exercise activity thermogenesis (NEAT), yaitu energi yang digunakan tubuh untuk aktivitas di luar olahraga terstruktur.

Contohnya meliputi berjalan menuju tempat kerja atau sekolah, memilih tangga jika memungkinkan, bergerak sejenak setelah duduk lama, dan berjalan ketika melakukan pekerjaan sehari-hari.

Ade Rai menekankan bahwa durasi berjalan kaki tidak harus dikumpulkan dalam satu sesi panjang. Aktivitas dapat dibagi menjadi beberapa bagian, misalnya berjalan pada pagi hari, siang, dan sore.

Jumlah langkah yang terkumpul setiap hari akan berbeda-beda, bergantung pada panjang langkah, kecepatan, dan tingkat aktivitas seseorang. Karena itu, target langkah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi awal dan ditingkatkan secara bertahap.

Konsistensi Lebih Penting daripada Memaksakan Diri

Berbagai variasi jalan kaki dapat membantu seseorang tetap aktif dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas. Namun, tidak ada satu metode yang secara otomatis menjamin lemak tubuh berkurang lebih cepat pada setiap orang.

Pengelolaan lemak tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola makan yang seimbang, kualitas tidur, aktivitas fisik secara keseluruhan, serta kondisi kesehatan.

Untuk memulai, seseorang dapat memilih durasi berjalan yang terasa nyaman, kemudian menambah waktu atau intensitas secara perlahan sesuai kemampuan. Tidak harus langsung berjalan jauh atau mengejar jumlah langkah tertentu.

Jika memiliki kondisi kesehatan khusus atau mengalami keluhan ketika beraktivitas, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk menentukan jenis dan intensitas olahraga yang sesuai.

Pada akhirnya, manfaat jalan kaki tidak hanya berkaitan dengan penggunaan energi, tetapi juga membantu membangun kebiasaan hidup aktif yang mendukung kesehatan dalam jangka panjang. (Hst)

Berita Terkait

Honda Racing Indonesia Borong Lima Gelar Juara Nasional di Mandalika
Indonesia Tempati Posisi Delapan Asian Para Games 2026, Kadek Dwi dan Fadli Ukir Prestasi
Membanggakan! Jizzy Pearl Bastian Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional ISIF 2026
ITB Ultra Marathon 2026 Sukses Digelar, Donasi Pendidikan Tembus Rp1,03 Miliar
perawatan dan cara melipat atau menggulungnya sebelum dimasukkan ke dalam tas.
Prestasi bersejarah ditorehkan atlet panahan Indonesia, Nurisa Dian Ashrifah, raih Bonus fantastis 
Hasil Denmark Open 2026: Fajar/Fikri ke Final Usai Kalahkan Juara Dunia
Luthfi/Dian Cetak Sejarah, Indonesia Kembali Juara Dunia Junior Ganda Campuran

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:30 WIB

Honda Racing Indonesia Borong Lima Gelar Juara Nasional di Mandalika

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Tempati Posisi Delapan Asian Para Games 2026, Kadek Dwi dan Fadli Ukir Prestasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Membanggakan! Jizzy Pearl Bastian Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional ISIF 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:39 WIB

ITB Ultra Marathon 2026 Sukses Digelar, Donasi Pendidikan Tembus Rp1,03 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:29 WIB

perawatan dan cara melipat atau menggulungnya sebelum dimasukkan ke dalam tas.

Berita Terbaru

Sungai Penuh

Pelantikan Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh 2026–2030

Senin, 26 Okt 2026 - 16:40 WIB