Program 3S Jadi Inovasi Andalan Pemkot Sungai Penuh, Bantu Lebih dari 500 Keluarga dan Dukung Penurunan Stunting

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAI PENUH, Pribhumi.com – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai inovasi dan program sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian dan mendapat pengakuan di tingkat nasional adalah Gerakan 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah).

Program yang digagas Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Ny. Sri Kartini Alfin, ini menjadi gerakan kepedulian sosial berbasis gotong royong dengan mengajak aparatur pemerintah dan masyarakat menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu keluarga yang membutuhkan, khususnya anak-anak yang mengalami stunting dan keluarga berisiko stunting.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Alfin, S.H., bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Gerakan 3S terus dikembangkan menjadi salah satu bentuk intervensi sosial yang mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

Konsepnya sederhana, tetapi memiliki tujuan yang besar. Masyarakat diajak berpartisipasi melalui sumbangan segenggam beras, sebutir telur, dan seribu rupiah. Jika dilakukan secara bersama-sama oleh banyak orang, kontribusi kecil tersebut dapat dihimpun menjadi bantuan yang bermanfaat bagi keluarga penerima.

Lebih dari 500 Keluarga Telah Merasakan Manfaat Program 3S

Dampak sosial Gerakan 3S mulai terlihat dari luasnya jangkauan penerima bantuan.

Berdasarkan keterangan Wali Kota Alfin dalam kegiatan koordinasi penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting, program tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 500 keluarga kurang mampu yang membutuhkan perhatian.

Penerima manfaat mencakup berbagai kelompok masyarakat, antara lain:

1. Balita yang mengalami stunting.

2. Balita yang memiliki risiko stunting.

3. Keluarga dengan risiko stunting.

4. Balita yang mengalami permasalahan gizi.

5. Ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK).

6. Masyarakat lanjut usia yang membutuhkan bantuan.

Penyaluran bantuan dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa beras dan telur, tetapi juga dikembangkan melalui paket sembako, bantuan tunai, serta dukungan lainnya sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Dalam sejumlah kegiatan, Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, juga turun langsung memimpin penyaluran bantuan ke rumah-rumah warga di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk keluarga miskin ekstrem dan keluarga dengan anak berisiko stunting.

Kasus Stunting Turun dari 38 Menjadi 17 Kasus

Salah satu indikator yang menjadi perhatian dalam upaya penanganan stunting di Kota Sungai Penuh adalah perkembangan jumlah kasus anak yang terindikasi mengalami stunting.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Sungai Penuh yang diberitakan RRI pada 25 Mei 2026, jumlah anak yang terindikasi stunting hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 17 kasus, turun dari sebelumnya 38 kasus.

Baca Juga :  Pencopotan Menkeu Sri Mulyani dapat menyebabkan pelonggaran aturan fiskal

Dengan demikian, terjadi pengurangan sebanyak 21 kasus atau sekitar 55,3 persen dibandingkan angka sebelumnya.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak melalui program penanganan stunting, termasuk intervensi gizi, pelayanan kesehatan, pendampingan keluarga, dan dukungan sosial masyarakat.

Program 3S menjadi salah satu bentuk 

dukungan dalam upaya tersebut, terutama melalui bantuan pangan dan penguatan kepedulian terhadap keluarga yang membutuhkan.

Data tersebut menunjukkan perkembangan positif, meskipun keberhasilan penurunan stunting tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu program. Diperlukan kerja terpadu antara pemerintah, tenaga kesehatan, TP PKK, kader posyandu, keluarga, dan masyarakat.

Gerakan Sederhana dengan Manfaat Besar bagi Masyarakat

Gerakan 3S memiliki sejumlah manfaat penting, terutama bagi keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Pertama, membantu pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi.

Beras dan telur merupakan bahan pangan yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan energi dan protein keluarga. Bantuan tersebut diharapkan membantu keluarga penerima menyediakan makanan yang lebih bergizi bagi anak-anak.

Kedua, meringankan beban ekonomi keluarga.

Bagi keluarga kurang mampu, bantuan kebutuhan pokok dapat mengurangi sebagian pengeluaran rumah tangga sehingga kebutuhan lain yang mendesak dapat lebih diperhatikan.

Ketiga, membantu keluarga berisiko stunting.

Bantuan kepada ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, balita berisiko stunting, dan keluarga dengan masalah gizi merupakan bagian dari dukungan terhadap pencegahan masalah pertumbuhan sejak dini.

Keempat, memperkuat kepedulian sosial dan gotong royong.

Program ini membangun kesadaran bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kelima, memperluas jangkauan bantuan sosial.

Melalui keterlibatan ASN, TP PKK, komunitas, dan masyarakat, bantuan dapat dihimpun serta disalurkan kepada kelompok yang membutuhkan.

Meski demikian, bantuan pangan melalui 3S tetap perlu berjalan beriringan dengan pemantauan pertumbuhan anak, pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, imunisasi, sanitasi layak, serta pendampingan keluarga oleh tenaga kesehatan.

ASN dan Masyarakat Bergerak Bersama Melalui 3S Serentak

Komitmen memperluas Gerakan 3S juga terlihat melalui pelaksanaan 3S Serentak pada 5 Oktober 2026.

Kegiatan yang digerakkan Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Kota Sungai Penuh tersebut dilaksanakan setelah apel gabungan ASN di Lapangan Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Dalam kegiatan itu, jajaran ASN diajak menyumbangkan sebutir telur, segenggam beras, dan seribu rupiah untuk selanjutnya dihimpun dan didistribusikan kepada balita stunting yang membutuhkan perhatian khusus.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, selaku Ketua TPPPS, turut mengikuti kegiatan tersebut bersama jajaran perangkat daerah, Direktur RSUD Mayjen H.A. Thalib, TP PKK, serta seluruh ASN.

Gerakan ini menjadi upaya memperkuat partisipasi lintas organisasi perangkat daerah sekaligus membangun budaya kepedulian terhadap persoalan gizi dan kesehatan anak.

Berbuah Penghargaan Nasional dan Pemimpin Daerah Award 2026

Baca Juga :  Pemkab Kerinci Percepat Digitalisasi Desa 2026, Dorong Layanan Publik Lebih Cepat dan Transparan

Inovasi Gerakan 3S juga mendapatkan pengakuan melalui sejumlah penghargaan.

Pada 2025, Komunitas 3S Juara (Maju Adil Sejahtera) memperoleh penghargaan Gold sebagai mitra Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap keterlibatan komunitas dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Selanjutnya, pada 27 Agustus 2026, Pemerintah Kota Sungai Penuh meraih Pemimpin Daerah Award 2026 kategori Apresiasi Inovasi Daerah. Program 3S menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam penghargaan tersebut.

Pada 20 Mei 2026, Wali Kota Alfin juga menyerahkan penghargaan kepada Ketua TP PKK Sri Kartini Alfin sebagai inisiator Gerakan 3S, serta kepada Komunitas 3S Juara dan mitra yang terlibat dalam gerakan tersebut.

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa gerakan sosial berbasis gotong royong dapat menjadi salah satu pendekatan dalam mendukung program pembangunan, terutama penanganan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting.

Alfin: Keberhasilan 3S Merupakan Hasil Gotong Royong Bersama

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, TP PKK, ASN, komunitas, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan Gerakan 3S.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk membantu sesama.

Gerakan yang berawal dari kontribusi sederhana tersebut diharapkan terus berkembang menjadi budaya gotong royong yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah terus mengambil peran dalam koordinasi penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting melalui tugasnya sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan TPPPS Kota Sungai Penuh.

Koordinasi lintas sektor, ketepatan data penerima manfaat, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan dan intervensi pemerintah tepat sasaran.

3S, Bukti Kepedulian Sosial untuk Masa Depan Generasi

Program 3S menjadi contoh bagaimana gerakan sederhana dapat dihimpun menjadi kekuatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar mengumpulkan beras, telur, dan uang, gerakan ini membawa pesan bahwa persoalan stunting membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.

Dengan jangkauan lebih dari 500 keluarga penerima manfaat, penghargaan Gold GENTING, serta pengakuan melalui Pemimpin Daerah Award 2026, Gerakan 3S menjadi salah satu inovasi sosial yang menonjol dalam upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh mendukung penanganan stunting.

Ke depan, keberlanjutan program, ketepatan sasaran, pemantauan kondisi gizi anak, dan penguatan pelayanan kesehatan diharapkan semakin memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima, tetapi juga dari semakin banyaknya keluarga yang terbantu, anak-anak yang memperoleh asupan gizi lebih baik, serta tumbuhnya kepedulian masyarakat dalam mempersiapkan generasi Sungai Penuh yang sehat dan berkualitas. (Hst)

Berita Terkait

Kado HUT ke-18 Kota Sungai Penuh, Deretan Prestasi dan Penghargaan Warnai Kepemimpinan Alfin–Azhar
Pasokan Air Terganggu, PDAM Tirta Sakti Kerinci Turun Langsung Layani Warga dengan Mobil Tangki
Puluhan Guru PAI di Kerinci Menanti Kepastian Lokasi PPG, Kemenag Minta Rutin Cek Akun SIAGA
Dekat dengan Masyarakat, Polres Kerinci Buka Dialog Kamtibmas dan Tampung Keluhan Warga
Peringati Sumpah Pemuda 2026, Bupati Monadi Dukung Aksi 28 Pemuda Taklukkan Gunung Kerinci
11 Personel Polres Kerinci Terima Penghargaan, Kapolres AKBP Hernawan Tekankan Pentingnya Dedikasi
STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Lantik Pimpinan Baru, Mahli Zainuddin Mantapkan Transformasi Menuju Universitas
Tinjau TC MTQ ke-55, Kakankemenag Kerinci Ajak Kafilah Tingkatkan Kesungguhan dan Optimisme Raih Prestasi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Kado HUT ke-18 Kota Sungai Penuh, Deretan Prestasi dan Penghargaan Warnai Kepemimpinan Alfin–Azhar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Pasokan Air Terganggu, PDAM Tirta Sakti Kerinci Turun Langsung Layani Warga dengan Mobil Tangki

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Puluhan Guru PAI di Kerinci Menanti Kepastian Lokasi PPG, Kemenag Minta Rutin Cek Akun SIAGA

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Polres Kerinci Buka Dialog Kamtibmas dan Tampung Keluhan Warga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:29 WIB

Peringati Sumpah Pemuda 2026, Bupati Monadi Dukung Aksi 28 Pemuda Taklukkan Gunung Kerinci

Berita Terbaru